Rasa simpati yang datang dari berbagai pihak terus mengalir pasca gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) hingga Kamis (03/10/2019) kemarin. Tidak terkecuali dari Presiden RI, Ir. Joko Widodo yang memberikan bantuan 500 paket sembako bagi para korban bencana gempa bumi tersebut. Paket sembako yang berisi kebutuhan dasar terdiri dari 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 dos daun teh, 1 bungkus biskuit dan 1 botol air mineral 600 ml.

Bupati SBB mewakili Presiden menyalurkan bantuan sembako kepada pengungsi

Bantuan dari orang nomor satu di negara ini, ditampung di Pos Lapangan Penanganan Darurat Gempa Bumi, Kantor Desa Waimital Kecamatan Kairatu dan langsung disalurkan ke beberapa titik lokasi pengungsian seperti Markas Dodiklatpur Rindam Desa Waimital, Desa Kairatu, Desa Kamarian dan Desa Waipirit.

Proses penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Bupati SBB Drs M. Yasin Payapo, M.Pd didampingi Wakil Bupati SBB Timotius Akerina, S.E, M.Si, bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) SBB, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten SBB, Ketua Bhayangkari Polres SBB, Ketua Dharmayukti Karini serta Tokoh Lintas Agama Kabupaten SBB.

Dalam penyampaian saat penyerahan bantuan kepada korban gempa bumi di lokasi, Bupati SBB menekankan bahwa tidak semua pengungsi akan memperoleh bantuan dari Presiden karena bantuan yang ada hanya 500 paket dan yang wajib mendapatkan hanyalah mereka mengalami kerugian baik kerusakan berat serta adanya keluarga yang menjadi korban jiwa akibat dari bencana ini.

Tokoh agama turut membantu menyerahkan secara langsung bantuan kepada pengungsi Gempa SBB.

“Bantuan dari Presiden ada 500 paket dan pasti tidak cukup untuk semua pengungsi yang berjumlah 25.202 Kepala Keluarga (KK). Oleh sebab itu, diharapkan pengertiannya karena yang wajib menerima hanyalah mereka mengalami kerusakan rumah berat dan adanya keluarga yang meninggal. Informasi ini diharapkan juga dapat dijelaskan dengan baik kepada korban yang lainnya agar tidak menimbulkan hoaks di tengah masyarakat kita.”. Ujar Payapo.

Payapo juga menambahkan bahwa gempa bumi besar 6.8 SR sepekan lalu tidak terjadi lagi hanya tersisa gempa kecil hingga selesai dan tidak akan terjadi tsunami sesuai dengan kajian Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

LEAVE A REPLY