Piru-Bupati Seram Bagian Barat M.Yasin Payapo, M.Pd  hadiri malam Nuzulul Qur’an bertempat di Mesjid al-ukhuwah Dusun Pelita Jaya, Desa Eti, Selasa (21/5/2019).

Kegiatan malam Nuzulul Qur’an yang  diselenggarakan oleh kementrian agama Kab.SBB bersama pemerintah daerah serta Organisasi Islam, di hadiri oleh kepala kantor kementrian agama Kab.SBB, beberapa kepala OPD lingkup Kab.SBB, beberapa camat, beberapa kepala KUA kecamatan di Kab.SBB, majelis ta’lim dusun pelita jaya, kepala dusun, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dusun pelita jaya serta masyarakat dusun pelita jaya.

Bupati Seram Bagian Barat dalam sambutannya, mengatakan malam Nuzulul Qur’an ini merupakan malam pertama kali turunnya Al-Qur’an. Sebagai pedoman hidup manusia terutama umat Islam yang seharusnya direpresentasikan dalam kehidupan sehari-hari, Al-Qur’an memuat berbagai tema yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia seperti hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan antara sesama manusia serta hubungan manusia dengan lingkungan.

Al-Qur’an memiliki dimensi historis ruang dan waktu yang berbeda, oleh karena itu bacaan Al-Qur’an membutuhkan pengetahuan yang bersifat interdisipliner, terutama dalam menggali makna yang terkandung di dalamnya.

Lebih lanjut beliau mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk senantiasa bersikap saling menghargai, memahami dan saling mengutamakan persaudaraan sejati dalam setiap perbedaan serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan demi keutuhan bangsa dan negara.

Ia menambahkan pemerintah kab.sbb saat ini sedang membenahi infrastruktur yang dilakukan terhadap 92 desa serta 116 dusun terutama insfratruktur jalan serta dalam waktu yang tidak lama lagi akan ada 10 desa persiapan yang akan disiapkan menjadi desa difinitif.

” Karena kita sadari bersama untuk meningkatnya kesejahteraan masyarakat itu harus didukung oleh insfratruktur yang memadai, terutama adalah jalan par Katong bajalang”, tambah beliau.

Senada dengan itu kepala kantor kementerian agama Kab.SBB Taslim Tuasikal, S.Ag mengatakan Nuzulul Qur’an merupakan peringatan suatu malam istimewa yang mulia yang ditetapkan oleh Allah SWT, yang lebih bagus, lebih indah dari malam seribu malam.

Beliau menghimbau kepada seluruh umat Islam, bahwa pada malam malam terakhir perbanyak lah berdoa karena malam malam terakhir Ramadhan adalah malam yang diistimewakan oleh Allah SWT.

LEAVE A REPLY