Tim GTPP Covid-19 kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) mengadakan konferensi pers tekait hasil PCR salah satu warga asal Desa Waimital kecamatan Kairatu, kabupaten Seram Bagian Barat(SBB) yang berinisial DAS yang dinyatakan positif terpapar Coronavirus disiase(Covid-19) Selasa 12/05/2020 diposko terpadu GTPP SBB lantai 2 kantor bupati.

Dari penjelasan yang disampaikan Ketua Koordinator bidang Pencegahan tim GTPP Covid-19 SBB dr. Johanis Tappang di dampingi juru bicara(Jubir) GTPP Henry Mandaku, diketahui bahwa yang bersangkutan(DAS) adalah Aparatur Negeri Sipil(ASN) pada Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah(BPKAD) SBB.

Akibat sakit yang cukup lama, DAS dilarikan di Puskesmas Kairatu dan dirujuk ke rumah sakit dr. Haulussy ambon pada 21/04 akibat mengalami pembengkakan pada kaki dan perut. ” DAS ini sakitnya sudah sejak lama, baru sekitar tanggal 21/04 dirawat dipuskemas Kairatu, sehari setelahnya dirujuk ke RS Haulussy Ambon. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan yang bersangkutan mengidap gagal ginjal “, urai Tappang.

Ketua Koordinator Covid-19 SBB.

Tappang mengatakan, selama menjalani perawatan, DAS tidak menunjukan tanda-tanda Covid-19. ” Pada saat dirujuk, yang bersangkutan tidak menunjukan gejala Covid-19 tetapi yang ada gejala gagal ginjal, sehingga pihak RS juga tidak menyangka yang bersangkutan sudah terpapar Covid ” jelasnya.

Untuk memastikan yang bersangkutan terpapar atau tidak, Mengingat Ambon masuk zona merah, pihak RS Haulussy pada tanggal 22 melakukan rapid test terhadap DAS dan hasilnya negatif. ” sekitar tanggal 30/04, DAS mengalami batuk dan sesak napas, sehingga diambilah Swabnya pada 1 Mei 2020 untuk memastikan yang bersangkutan positif Corona apa tidak “, ucapnya lebih lanjut.

Namun, sungguh sangat disayangkan, hasil PCR yang menyatakan bersangkutan positif Covid-19 baru keluar pada 10/05/2020, tapi yang bersangkutan telah meninggal dunia pada 7/05/2020 lalu.

Menanggapi keterlambatan ini, Tappang mengatakan ” semua ini dikarenakan keterbatasan fasilitas dan alat yang dimiliki tim GTPP provinsi Maluku, sehingga Swabnya dikirim ke Jakarta, hal inilah yang mengakibatkan hasil PCR nya agak lama ” , katanya.

Saat ditanya langkah apa yang telah diambil pihak GTPP Covid-19 SBB? Mengingat Almarhumah DAS pada saat dimakamkan tidak dengan protap Covid-19, Tappang mengatakan, ” Pihak GTPP sudah mengambil langkah dengan mentracking orang-orang terdekat almarhumah yang pernah berkontak langsung dengan Almarhumah, teman-teman suaminya, menyemprotkan cairan desinfektan, dan lain-lain “. Ujarnya

Menyikapi apa yang terjadi, atas nama Pemerintah Kabupaten SBB, Tappang menghimbau kepada seluruh masyarakat SBB agar tidak panik. ” Bagi Masyarakat SBB jangan panik. Karena yang bersangkutan belum tentu meninggal disebabkan Covid-19, bisa saja meninggal akibat gagal ginjal . Yang bisa buktikan dia meninggal akibat Covid atau gagal ginjal hanya dengan proses Outopsi. Dengan demikian, Harapan kami agar seluruh masyarakat SBB tetap mengikuti anjuran pemerintah, agar bencana ini secepatnya berakhir “, harapnya.

LEAVE A REPLY